Tab Menu E

BAN MOBIL BEKAS

BAN MOBIL REBUILD - BEKAS

BAN MOBIL BEKAS :
Ban mobil sekarang harganya makin melangit aja. Nggga sedikit para pemilik mobil mencoba untuk melirik ban mobil bekas. Sah-sah aja hukumnya mau pake ban mobil bekas, tapi yang utama tetap utamakan keselamatan. Jangan gara-gara mau berhemat duit 200rb, nyawa anda jadi taruhannya. Seperti kita lihat sekarang banyak sekali ban mobil bekas yang dijual dipinggiran jalan ibu kota, banyaknya ukuran yang ditawarkan serta harga yang bersahabat sangat menggiurkan pemilik mobil.

Namun ada beberapa hal berikut yang perlu dicermati sebelum anda membeli ban mobil bekas.
1. Ukuran keausan ban bekas masih dalam taraf aman, ukur pake uang logam perak “gope’an” (limaratus perak). Masukan uang logam kedalam alur ban, dan cermati ketinggian permukaan ban. Batas minimal ketinggian alur ban adalah pada tulisan “bunga melati” apabila anda dapat membaca tulisan “bunga melati” pada saat uang logam dimasukkan maka ban tersebut sudah tidak layak pakai.

2. Pastikan keausan permukaan ban bekas rata (ban tidak makan sebelah kiri atau kanan). Putar ban secara seksama dari tutup pentil sampai kembali ke tutup pentil lagi 360 derajat.

3. Pastikan tidak ada benjolan pada permukaan ban bekas. Pasang ban pada pelek kemudian isi angin ban sesuai dengan ukuran yang tertera pada dinding ban. Periksa kondisi ban keseluruhan apakah terdapat benjolan. Biasanya benjolan adalah salah satu faktor ban bekas dijual karena membuat mobil tidak stabil (retur) cacat pabrik.

4. Sesuaikan ukuran dan model ban, usahakan alur ban paling minimal sama 2 set ( set ban depan kanan dan kiri sama) (set ban belakang kanan dan kiri sama)

Perlu dicatat.. bahwa penggunaan ban bekas bersifat untuk sementara, sebaiknya digunakan untuk ban serep saja. Umur pakai ban mobil bekas berbeda dengan umur pakai ban mobil baru.

KODE KECEPATAN MAKSIMUM BAN MOBIL
K= 110 km/jam
L= 120 km/jam
M= 130 km/jam
N= 140 km/jam
P= 150 km/jam
Q= 160 km/jam
R= 170 km/jam
S= 180 km/jam
T= 190 km/jam
U= 200 km/jam
H= 210 km/jam
V= 210 km/jam
PERHATIKAN TABEL DIATAS..JANGAN MEMACU BAN MOBIL BEKAS
Ban mobil bekas mempunyai batas toleransi kecepatan 20%-30%

Untuk melihat Harga ban silakan lihat di  DAFTAR HARGA BAN dan di  DAFTAR HARGA BAN MOBIL, maaf untuk mendapatkan referensi harga ban mobil bekas agak sulit.

PENYEBAB BAN MOBIL CEPAT RUSAK GUNDUL BOTAK


1. Tekanan angin
Ukurlah tekanan ban sesuai spesifikasi kendaraan dan rekomendasi produsen. Biasanya, tercatat di bagian bawah pintu kiri depan atau buku manual. Jangan terlalu berlebih atau kurang dari patokan itu.

Andai terlalu keras, di samping daya cengkeram berkurang, juga mengurangi kenyamanan berkendara. Sebaliknya, jika tekanan terlalu rendah, kerja dinding ban menjadi lebih berat dan mengakibatkan defleksi berlebih. Tekanan ban yang kurang juga memperbesar risiko ban meletus.

Benang di dinding ban lama kelamaan bisa putus. Akibatnya ban benjol dan kekuatannya turun drastis. Makin rendah tekanan ban dari seharusnya, semakin cepat pula ban jadi rusak.

Solusi: Setidaknya, seminggu sekali periksalah tekanan angin ban. Tambahlah jika kurang dari patokan.

2. Batu, pecahan kaca atau benda keras
Batu, pecahan kaca atau benda keras kerap terselip di sela kembangan ban. Itu bisa menjadi petaka. Prosesnya, ketika mobil berjalan, ban seperti dipalu berulang-ulang. Tinggal menghitung berapa kilometer mobil bergerak. Jika lingkar ban 1 meter, mobil bergerak 1 kilometer berarti ban seperti dipalu 1.000 kali.

Solusi: Segera lepaskan batu, pecahan kaca atau benda keras yang terselip di kembang ban.

3. Paku
Paku yang menancap di ban khususnya tubeless (tanpa ban dalam) biasanya menyebabkan tekanan angin berkurang perlahan. Jika paku tidak segera dibuang, di samping akan merusak ban juga bisa menimbulkan karat pada pelat baja.

Solusi: Segera cabut paku dan ditambal.

4. Toe In/Out
Arah roda tidak searah secara horizontal baik ke dalam (in) atau keluar (out). Hal ini bisa berakibat tapak ban bagian dalam atau luar akan tergerus lebih cepat. Jika dibiarkan lama, tapak ban akan botak di bagian dalan (toe in) atau gundul di tapak ban bagian luar (toe out).

Selain itu lakukan proses balancing agar roda berputar tanpa getaran.

Solusi: Lakukan spooring dan balancing

5. Sudut camber negatif/ positif

Kerusakan tie-rod, as roda atau bearing bisa berujung tidak searahnya roda secara vertikal (camber). Bisa camber negatif atau positif. Akibatnya seperti toe-in/out, tapak ban bisa cepat rusak pada sisi dalam (negatif) atau sisi luar (positif).

Solusi: Lakukan spooring dan balancing

6. Parkir lama
Pembebanan ban kendaraan yang berlangsung terus menerus pada satu sisi ban membuat ban menjadi berubah bentuk. Memarkir mobil beberapa hari paling bisa menyebabkan muncul suara gluduk-gluduk dan kenyamanan berkurang ketika kendaraan dijalankan. Jika periode parkir tidak terlalu lama, kondisi itu bisa hilang dengan sendirinya. Namun jika terlalu lama parkir, ban sulit kembali normal.

Solusi: Gunakan stand jack di keempat roda jika mobil akan diparkir lama.

7. Pengereman dan akselerasi kasar
Pengereman terutama pada mobil yang belum dilengkapi rem ABS dan cara berakselerasi yang kasar gampang membuat ban lebih cepat gundul. Repotnya penggudulan ban ini tidak merata, tapi hanya di bagian tertentu saja. Di samping ban cepat rusak, juga mengurangi kenyamanan.

Solusi: Hindari menginjak rem terlalu dalam jika tidak darurat dan berakselerasi secara lembut.

8. Melindas lubang
Hati-hati dengan lubang di jalan. Lubang menjadi salah satu penyebab ban gampang rusak. Celakanya, lubang ada di mana-mana, apalagi selepas musim hujan. Jika benturan cukup kuat, bisa membuat ban sobek.

Solusi: Jangan injak rem terlalu dalam hingga melindas lubang. Lepas pedal rem sesaat sebelum terperosok ke lubang agar beban mobil berpindah ke roda belakang.

9. Beban berlebih (overload)
Tiap ban memiliki toleransi bobot. Misal index beban 70, maka ban tersebut memiliki batas kemampuan seberat 335 kg. Jika kali keempat roda menjadi 1.340 kg. Semisal berat kendaraan kosong 1.075 kg, berarti beban sisa yang bisa diakomodasi 255 kg.

Jika mobil dinaiki 5 penumpang, dengan berat badan masing-masing semisal 75 kg per orang, artinya beban yang dibawa 375 kg. Ini berarti kelebihan beban 120 kg. Jika berlangsung terus-menerus tak mustahil dinding ban akan mudah retak dan bahkan lapisan ban luar akan terkelupas. Kondisi itu akan lebih parah jika tekanan angin di bawah patokan.

Solusi: Muatlah penumpang atau barang jangan melebihi kapasitas beban.

10. Oli atau minyak
Salah satu musuh utama ban (karet) adalah minyak fosil. Ban yang sering terkena minyak atau oli serta turunannya, akan mudah melar dan kekuatan ban akan lekas menurun.

Solusi: Hindari minyak atau oli mengenai ban.

11. Mengemudi agresif
Cara mengemudi juga berpengaruh terhadap ban. Mengemudi agresif mempunyai potensi besar merusak ban. Biasanya kerusakan yang kerap terjadi bisa dilihat dari lapisan tapak ban yang terkelupas, dinding ban sobek atau retak-retak serta pengikisan tapak ban yang tidak merata.

Solusi: Hindari mengemudi agresif.

12. Pemasangan ban tidak sempurna
Pemasangan ban yang ceroboh dapat membuat ban lekas rusak. khususnya di bagian dinding bagian dalam.

Solusi: Periksa dengan seksama saat pemasangan ban, apakah sudah terpasang sempurna atau belum.

13. Pelek tidak sesuai ukuran ban
Seperti memakai celana, paling enak jika ukurannya pas. Tidak terlalu ketat atau longgar. Pelek dan ban juga begitu. Pelek terlalu ramping atau lebar, bentuk ban seperti donat. Hal itu membuat kerja dinding ban menjadi lebih berat. Pasalnya, sudut dinding ban menyempit. Dinding ban biasanya akan mudah retak, pecah atau benjol. Sebaliknya pelek terlalu lebar, dinding ban bisa terkoyak saat menikung. Padahal dinding ban merupakan titik terlemah dari ban.

Solusi: Sesuaikan ukuran pelek dan ban.

14. Pelek cacat
Pelek cacat, baik penyok atau benjol, berpotensi merusak ban, khususnya dinding ban di sekitar cacat.

Solusi: Segera perbaiki pelek. Jika kerusakan sudah merusak struktur pelek, segera ganti.

15. Suspensi tidak berfungsi optimal
Tidak maksimalnya kerja komponen suspensi seperti sokbreker dan per bisa berpengaruh pada ban. Jika sokbreker tidak berfungsi, per tidak mampu menahan impak sendirian.

Akhirnya kendaraan akan mengayun. Ban pun ikut menanggung akibatnya. Biasanya, kondisi itu membuat tapak ban akan bergelombang.

Solusi: Ganti suspensi yang rusak.

Sumber : duniabengkel.com